KONSOLIDASI YDC
Kon5ol!D@s! YDC
Rentang waktu dua bulan bagi sekelumit kaum muda di Palembang yang tergabung dalam Youth Dehonian Club rasanya bagaikan dua tahun bahkan dua abad. Kenapa tidak, mereka semua merindukan suasana sukacita yang mereka rasakan ketika mereka mengikuti “Temu Akbar YDC” bulan Maret yang lalu. “Mbak, kapan YDC kumpul-kumpul lagi?”, “Kak, buat acara dong biar kita bisa kumpul dan bergembira bersama, dah kangen nich….!” Ya, itulah pertanyaan yang kerap kali kudengar ketika aku bertemu dengan YDC-er yang ada di seputaran kota Palembang ini.
Karena mendengar celotehan dari para YDC-er itu, maka panitia “Temu Akbar YDC” memutar otak, memikirkan kegiatan apa yang selanjutnya akan diadakan untuk kaum muda ini, begitu pula dengan para romo, frater dan Bruder yang sangat mendukung kegiatan YDC. Rapat-rapat untuk mempersiapkan acara ini pun diadakan. Dan disepakati bahwa akan diadakan “Temu Kangen dan Konsolidasi YDC”. Acara ini digelar dalam rangka Pentakosta sekaligus sebagai tindak lanjut dari pertemuan akbar dua bulan yang lalu.
Segala cara dan usaha dilakukan untuk mensukseskan acara tersebut. Panitia dan moderator YDC, Rm. Krist, SCJ mulai berikir, bagaimana cara mencari dana utnuk kegiatan ini. Mengapa harus mencari dana? Ya, karena YDC ingin berusaha mandiri dan tidak terus-terus tergantung pada “Kakak Pertama”, apalagi soal dana. Untuk hal itu, disepakati “Ngamen” adalah cara yang efektif untuk mencari dana.
“Ngamen dimana? Apa gak malu…? Trus….apa cara ini akan berhasil?”. Mungkin pertanyaan itu sempat muncul dalam pikiran rekan-rekan YDC-er semua. Tapi itulah YDC. Dengan semangat yang dihayati, yaitu Love, Readiness dan Sacrifice, panitia dan “Kakak Pertama” (para Romo, Frater, dan Bruder – red) menyisihkan bahkan membabat habis rasa malu yang ada dalam diri mereka untuk tampil dihadapan umat di beberapa paroki di seputaran kota Palembang ini.
Alat-alat band dipersiapkan, personil-personilnya pun berlatih lagu-lagu yang akan dibawakan ketika mengamen. Gunung-gunung beranjak…, Lu Lalu…, tak ketinggalan juga lagu “Inilah… diriku… (hohoho….-red)” serta Mars YDC juga dinyanyikan ketika ngamen di paroki Hati Kudus, paroki Sanfrades dan paroki St. Petrus, Kenten. Saat-saat ngamen menjadi kenangan tersendiri bagi rekan-rekan panitia yang mempersiapkan acara Temu Kangen dan Konsolidasi YDC yang rencananya akan diadakan pada 28 Mei 2006.
Selain mencari dana, dengan cara ini kita juga dapat memperkenalkan YDC kepada umat yang ada di Palembang. Ikut sertanya anak-anak berjoget ketika ngamen dan hasil yang diperoleh dari usaha tersebut (Rp.3.500.000 – red) menjadi pertanda bahwa kehadiran YDC diterima dengan baik oleh umat.
Saat-saat yang direncanakan pun tiba. Minggu (28/05) yang lalu, Aula Seminari St. Paulus, Palembang (ituloh… Markasnya Imam Joko… - red) dipenuhi kurang lebih dua ratus YDC-er yang berdomisili di seputaran kota pempek ini. Tak ketinggalan para YDC-er dari Stasi mahasiswa Indralaya dan dua orang YDC-er dari Jakarta juga turut meramaikan Temu kangen dan konsolidasi YDC ini.
Dalam acara ini, para YDC-er bergembira sembari mendalami apa visi dan misi YDC, apa hubungannya dengan SCJ dan kemana arah YDC selanjutnya. Materi tentang semangat YDC, hubungan SCJ dengan YDC dan semua hal yang menyangkut Pater Leo Dehon, dibawakan oleh Fr. Aming dalam situasi “Sersan” (serius tapi santai). Perlu reka-rekan ketahui, menurut yang dijelaskan Fr. Aming, YDC saat ini adalah adik bungsu dari Kongregasi SCJ.
Dijelaskan juga bahwa YDC merupakan suatu kumpulan kaum muda katolik yang menghayati semangat Love, Readiness and Sacrifice. Selain itu, YDC adalah organisasi yang mandiri, tidak terikat penuh dengan segala aturan dan tata cara yang ada pada SCJ.
Setelah mendengarkan beberapa penjelasan dari Fr. Aming, para YDC-er semua bersama-sama memikirkan hal-hal apa saja yang akan dilakukan YDC untuk waktu-waktu kedepan. Hal ini dilakukan melalui penyaringan bakat dan minat para YDC-er. Dari penyaringan ini, disepakati ada empat jenis kegiatan yang akan dikembangkan oleh YDC-er semua, yaitu Kelompok Teater YDC (dengan nama “The Nian” – red), Kelompok Paduan Suara YDC ( dengan nama “D’ Vo” – red) dan kelompok Band YDC serta Tim Volunteer YDC yang bergerak di bidang sosial.
Meskipun matahari sudah berada di atas kepala, tapi rekan-rekan YDC-er tetap semangat mengikuti acara yang memang dirindu-rindukan ini.seusai santap siang, acara dilanjutkan dengan lomba membuat yel-yel. Setelah itu para YDC-er diajak untuk menguji kerjasama dan kekompakkan melalui kegiatan olahraga. “Terong Football” namanya. Terong-terong yang sudah diikat dengan tali itu diikatkan kembali di pinggang para dehonian muda ini. Ya, dapat dibayangkan kalau terong itu akan tergantung diantara kedua kaki. (Ayo… jangan negative thinking loh….–red) Dengan terong yang tergantung itu, YDC-er diharuskan membawa bola sampai kedepan gawang. Sorak-sorai dan canda tawa pun memecah di suasana siang yang panas hari itu.
Waktu satu hari terasa sangat singkat ketika itu. Meskipun begitu, sukacita memenuhi aula Seminari hingga acara berakhir. Rekan-rekan YDC-er pulang dengan membawa bekal pengetahuan dan komitmen untuk terus mengembangkan YDC.
“Vivat cor Iesu ……! Per cor Marie……!”
created by : C!cit
Rentang waktu dua bulan bagi sekelumit kaum muda di Palembang yang tergabung dalam Youth Dehonian Club rasanya bagaikan dua tahun bahkan dua abad. Kenapa tidak, mereka semua merindukan suasana sukacita yang mereka rasakan ketika mereka mengikuti “Temu Akbar YDC” bulan Maret yang lalu. “Mbak, kapan YDC kumpul-kumpul lagi?”, “Kak, buat acara dong biar kita bisa kumpul dan bergembira bersama, dah kangen nich….!” Ya, itulah pertanyaan yang kerap kali kudengar ketika aku bertemu dengan YDC-er yang ada di seputaran kota Palembang ini.
Karena mendengar celotehan dari para YDC-er itu, maka panitia “Temu Akbar YDC” memutar otak, memikirkan kegiatan apa yang selanjutnya akan diadakan untuk kaum muda ini, begitu pula dengan para romo, frater dan Bruder yang sangat mendukung kegiatan YDC. Rapat-rapat untuk mempersiapkan acara ini pun diadakan. Dan disepakati bahwa akan diadakan “Temu Kangen dan Konsolidasi YDC”. Acara ini digelar dalam rangka Pentakosta sekaligus sebagai tindak lanjut dari pertemuan akbar dua bulan yang lalu.
Segala cara dan usaha dilakukan untuk mensukseskan acara tersebut. Panitia dan moderator YDC, Rm. Krist, SCJ mulai berikir, bagaimana cara mencari dana utnuk kegiatan ini. Mengapa harus mencari dana? Ya, karena YDC ingin berusaha mandiri dan tidak terus-terus tergantung pada “Kakak Pertama”, apalagi soal dana. Untuk hal itu, disepakati “Ngamen” adalah cara yang efektif untuk mencari dana.
“Ngamen dimana? Apa gak malu…? Trus….apa cara ini akan berhasil?”. Mungkin pertanyaan itu sempat muncul dalam pikiran rekan-rekan YDC-er semua. Tapi itulah YDC. Dengan semangat yang dihayati, yaitu Love, Readiness dan Sacrifice, panitia dan “Kakak Pertama” (para Romo, Frater, dan Bruder – red) menyisihkan bahkan membabat habis rasa malu yang ada dalam diri mereka untuk tampil dihadapan umat di beberapa paroki di seputaran kota Palembang ini.
Alat-alat band dipersiapkan, personil-personilnya pun berlatih lagu-lagu yang akan dibawakan ketika mengamen. Gunung-gunung beranjak…, Lu Lalu…, tak ketinggalan juga lagu “Inilah… diriku… (hohoho….-red)” serta Mars YDC juga dinyanyikan ketika ngamen di paroki Hati Kudus, paroki Sanfrades dan paroki St. Petrus, Kenten. Saat-saat ngamen menjadi kenangan tersendiri bagi rekan-rekan panitia yang mempersiapkan acara Temu Kangen dan Konsolidasi YDC yang rencananya akan diadakan pada 28 Mei 2006.
Selain mencari dana, dengan cara ini kita juga dapat memperkenalkan YDC kepada umat yang ada di Palembang. Ikut sertanya anak-anak berjoget ketika ngamen dan hasil yang diperoleh dari usaha tersebut (Rp.3.500.000 – red) menjadi pertanda bahwa kehadiran YDC diterima dengan baik oleh umat.
Saat-saat yang direncanakan pun tiba. Minggu (28/05) yang lalu, Aula Seminari St. Paulus, Palembang (ituloh… Markasnya Imam Joko… - red) dipenuhi kurang lebih dua ratus YDC-er yang berdomisili di seputaran kota pempek ini. Tak ketinggalan para YDC-er dari Stasi mahasiswa Indralaya dan dua orang YDC-er dari Jakarta juga turut meramaikan Temu kangen dan konsolidasi YDC ini.
Dalam acara ini, para YDC-er bergembira sembari mendalami apa visi dan misi YDC, apa hubungannya dengan SCJ dan kemana arah YDC selanjutnya. Materi tentang semangat YDC, hubungan SCJ dengan YDC dan semua hal yang menyangkut Pater Leo Dehon, dibawakan oleh Fr. Aming dalam situasi “Sersan” (serius tapi santai). Perlu reka-rekan ketahui, menurut yang dijelaskan Fr. Aming, YDC saat ini adalah adik bungsu dari Kongregasi SCJ.
Dijelaskan juga bahwa YDC merupakan suatu kumpulan kaum muda katolik yang menghayati semangat Love, Readiness and Sacrifice. Selain itu, YDC adalah organisasi yang mandiri, tidak terikat penuh dengan segala aturan dan tata cara yang ada pada SCJ.
Setelah mendengarkan beberapa penjelasan dari Fr. Aming, para YDC-er semua bersama-sama memikirkan hal-hal apa saja yang akan dilakukan YDC untuk waktu-waktu kedepan. Hal ini dilakukan melalui penyaringan bakat dan minat para YDC-er. Dari penyaringan ini, disepakati ada empat jenis kegiatan yang akan dikembangkan oleh YDC-er semua, yaitu Kelompok Teater YDC (dengan nama “The Nian” – red), Kelompok Paduan Suara YDC ( dengan nama “D’ Vo” – red) dan kelompok Band YDC serta Tim Volunteer YDC yang bergerak di bidang sosial.
Meskipun matahari sudah berada di atas kepala, tapi rekan-rekan YDC-er tetap semangat mengikuti acara yang memang dirindu-rindukan ini.seusai santap siang, acara dilanjutkan dengan lomba membuat yel-yel. Setelah itu para YDC-er diajak untuk menguji kerjasama dan kekompakkan melalui kegiatan olahraga. “Terong Football” namanya. Terong-terong yang sudah diikat dengan tali itu diikatkan kembali di pinggang para dehonian muda ini. Ya, dapat dibayangkan kalau terong itu akan tergantung diantara kedua kaki. (Ayo… jangan negative thinking loh….–red) Dengan terong yang tergantung itu, YDC-er diharuskan membawa bola sampai kedepan gawang. Sorak-sorai dan canda tawa pun memecah di suasana siang yang panas hari itu.
Waktu satu hari terasa sangat singkat ketika itu. Meskipun begitu, sukacita memenuhi aula Seminari hingga acara berakhir. Rekan-rekan YDC-er pulang dengan membawa bekal pengetahuan dan komitmen untuk terus mengembangkan YDC.
“Vivat cor Iesu ……! Per cor Marie……!”
created by : C!cit
